Pemantauan pergerakan lereng menggunakan pengamatan prisma merupakan salah satu metode sederhana yang digunakan dalam kegiatan tambang terbuka untuk menentukan kondisi kestabilan lereng timbunan. Metode pemantauan ini dapat memberikan data pergerakan vertikal maupun horizontal yang menghasilkan total vektor, besaran pergerakan, dan laju pergerakan timbunan secara relatif terhadap waktu pengambilan data. Secara umum, kondisi kestabilan lereng dapat diinterpretasi melalui kurva antara total pergerakan timbunan terhadap waktu pengambilan data. Namun setiap individu yang memiliki pengalaman geoteknik berbeda memungkinkan menghasilkan interpretasi yang berbeda. Sehingga studi ini dilakukan untuk dapat mengkuantifikasi kondisi kestabilan lereng melalui kurva laju pergerakan timbunan secara relatif terhadap waktu pengambilan data. Melalui analisa uji balik terhadap kejadian longsor pada timbunan inpit di Pit ABC, yang memiliki rekaman data pembacaan prisma mulai dari kondisi stabil sampai pada kondisi pasca-longsor, didapatkan hasil yang menunjukkan bahwa kuantifikasi nilai kecepatan pergerakan relatif terhadap data dua hari sebelumnya (48jam) dapat dijadikan acuan dalam menentukan ko
Copyrights © 2022