Katuk merupakan salah satu tanaman yang daunnya digunakan sebagai obat herbal di Indonesia. Proses budidaya tanaman obat di berbagai daerah dapat mempengaruhi kualitas kandungan di dalamnya. Pengendalian mutu tanaman obat dapat dilakukan dengan cara menentukan sidik jari tumbuhan menggunakan pendekatan kemometrik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik daun katuk dari lima daerah di wilayah Jawa Barat menggunakan metode spektroskopi Fourier Transform Infrared (FTIR) yang dikombinasikan dengan Principal Component Analysis (PCA). Tahapan penelitian meliputi pengumpulan sampel dari lima daerah yaitu Bandung, Sumedang, Bogor, Sukabumi dan Tasikmalaya, kemudian sampel diekstraksi menggunakan etanol 96%. Ekstrak tersebut dianalisis menggunakan FTIR pada rentang bilangan gelombang 4000-650 cm-1. Spektrum FTIR sampel diberi perlakuan pendahuluan seperti smoothing, derivate dan baseline terlebih dahulu sebelum dianalisis dengan PCA. Hasil penelitian menunjukkan spektrum FTIR yang relatif sama dari lima jenis sampel. Sampel dari kelompok 1 (Sumedang, Bogor) dan kelompok 2 (Sukabumi dan Bandung) menunjukkan hubungan yang erat pada skor plot PCA, sedangkan Tasikmalaya dikelompokkan ke dalam kelompok lain. Analisis diskriminan dapat mengklasifikasikan daun katuk menurut jenis varietasnya. Metode yang dikembangkan ini cocok untuk identifikasi dan autentikasi daun katuk.
Copyrights © 2023