Pengelasan dissimilar sering digunakan pada pembangkit listrik, perkapalan dan kontruksi lainnya. Pengelasan dissimilarini menggunakan baja tahan karat AISI 304 dan baja karbon SS400 dengan ukuran 200 x 200 x 6 mm. Metode pengelasanmenggunakan GTAW dengan filler metal ER 309 L berdiameter 2,4 mm. Permasalahan yang sering muncul padapengelasan dissimilar adalah distorsi yang terjadi karena pemuaian serta penyusutan akibat siklus termal. Pengelasandissimilar bertujuan untuk memahami sifat mekanik serta distorsi yang terpengaruhi oleh masukan panas. Penelitian inimemvariasikan masukan panas 1,2 kJ/mm dan masukan panas 0,85 kJ/mm. Pengujian yang dilakukan pengukurandistorsi, pengamatan struktur mikro, uji tarik dan uji kekerasan. Distorsi tertinggi terdapat pada masukan panas 1,2 kJ/mmsebesar 1,53 mm, distorsi terjadi pada arah transversal. Hasil uji tarik semua patahan terjadi pada base metal SS400dengan nilai rata rata 530 MPa. Hasil uji kekerasan menunjukan bahwa titik fusion line nilai kekerasannya lebih tinggidibandingkan dengan base metal. Pada pengamatan struktur mikro daerah fusion line SS400 memiliki fasa ferit dan perlit,untuk daerah weld metal memiliki fasa ferit, austenit dan dendritik, pada bagian fusion line AISI 304 memiliki fasa feritdan austenit. Pengaruh masukan panas ini dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi masukan panas semakin tinggi nilaidistorsi yang dihasilkan. Masukan panas berpengaruh terhadap HAZ dan fusion line karena meningkatnya nilai kekerasan.
Copyrights © 2023