Penggunaan komputer terlalu lama dan terus-menerus mengakibatkan timbulnya penyakit Computer Vision Sydrome. Hasil penelitian NIOSH Amerika Serikat menemukan sekitar 90% orang yang menghabiskan ≥3 jam sehari di depan komputer mengakibatkan terjadinya CVS. Survei American Eye-Q melaporkan 59% pekerja Amerika serikat mengalami masalah penglihatan akibat penggunaan komputer. American Academy of Ophtyhalmology mengemukakan penggunaan komputer yang lama mengakibatkan kelelahan mata (astenopia), dengan gejala seperti mata kemerahan, penglihatan kabur, myopia dan lainnya. Faktor risiko astenopia meliputi faktor individu, lingkungan dan komputer. Prevalensi astenopia di India 46,3%, Meksiko 68,5%, Italia 31,9% dan Australia 63,4%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya astenopia pada karyawan desk collection PT. Swakarya Insan Mandiri Semarang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional menggunakan metode purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Teknik analisis data menggunakan uji chi-square.Hasil uji chi-square menunjukkan variabel yang berhubungan dengan keluhan astenopia adalah jenis kelamin (ρ=0,001), masa kerja (ρ=0,001), lama kerja (ρ=0,001) dan jarak pandang (0,018),Simpulan penelitian ini yaitu faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan astenopia pada karyawan desk collection PT. Swakarya Insan Mandiri Semarang adalah jenis kelamin (perempuan), masa kerja (≥12 bulan), lama kerja di depan komputer (≥4 jam), dan jarak pandang ke komputer (<50 cm).
Copyrights © 2022