AbstrakDesa Sukomarto, Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung memiliki luas lahan tanam tembakau sebesar 125 Ha dengan potensi hasil panen mencapai 6 ton/Ha. Tingginya hasil panen tembakau tentunya juga diiringi dengan besarnya limbah tanaman tembakau salah satunya limbah batang tembakau. Pemanfaatan limbah batang tembakau masih terbilang minim karena hanya dimanfaatkan sebatas untuk kayu bakar. Di sisi lain, penggunaan pupuk kimia oleh para petani yang berlebihan dapat menurunkan kualitas tanah serta harganya yang saat ini sedang melambung tinggi. Oleh karena itu, solusi permasalahan tersebut adalah dengan memanfaatkan limbah batang tembakau menjadi pupuk organik/kompos. Kegiatan pelatihan dilakukan kepada masyarakat untuk memberikan bekal wawasan dan keterampilan untuk mengolah dan membuat pupuk kompos tersebut.AbstractSukomarto Village, Jumo District, Temanggung Regency has a tobacco planting area of 125 ha with a potential yield of up to 6 tons / ha. The high yield of tobacco harvest is of course also accompanied by the large amount of tobacco plant waste, one of which is tobacco stem waste. The use of tobacco stem waste is still relatively minimal because it is only used for firewood. On the other hand, excessive use of chemical fertilizers by farmers can reduce soil quality and its price which is currently soaring. Therefore, the solution to this problem is to use tobacco stem waste into organic fertilizer/compost. Training activities are carried out to the community to provide insight and skills to process and make compost.Keywords: Anaerobi; Agricu;ture; Compost; Tobacco Stems; Waste
Copyrights © 2023