Jurnal Bina Desa
Vol 5, No 1 (2023): Februari

Upaya Pencegahan Stunting di Desa Sendangmulyo Berbasis Edukasi dan Sosialisasi pada Remaja dan Ibu dari Anak Terdampak Stunting




Article Info

Publish Date
25 Feb 2023

Abstract

AbstrakPermasalahan kesehatan merupakan hal yang perlu diperhatikan secara menyeluruh, karena memegang peranan terpenting dalam kehidupan. Salah permasalahan kesehatan yang ada di Indonesia yaitu stunting. Stunting merupakan permasalah gizi kronis yang membuat tinggi balita lebih rendah dibandingkan balita pada umumnya. Stunting berdampak buruk pada penyerapan belajar anak sehingga masalah ini cukup serius dan perlu dilakukan tindak lanjut. Berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2019, Prevalensi Jawa Tengah berada di angka 27,68 persen, dan data SSGI 2021 turun tajam menjadi 20,9 persen. Penulis melakukan pengabdian di Desa Sendangmulyo, Kabupaten Rembang. Salah tujuannya yaitu mengangkat isu stunting. Menurut data yang diperoleh melalui puskesmas setempat jumlah warga yang menderita stunting sebanyak 22 orang, tergolong cukup tinggi. Oleh karenanya penulis berkerja sama dengan Puskesmas Kecamatan Bulu untuk melakukan kegiatan sosialisasi mengenai stunting dan anemia karena masih berhubungan. Adanya sosialisasi dan edukasi terhadapat stunting penulis berharap angka stunting di Desa Sendangmulyo dapat menurun.AbstractHealth problems are things that need to be considered as a whole because they play the most important role in life. One of the health problems in Indonesia is stunting. Stunting is a chronic nutritional problem that makes toddlers' height lower than toddlers in general. Stunting has a negative impact on children's absorption of learning, so this problem is quite serious and needs to be followed up. Based on the 2019 Indonesian Toddler Nutrition Status Survey (SSGBI) data, the Central Java prevalence is at 27.68 percent, and the 2021 SSGI data drops sharply to 20.9 percent. The author performs community service in Sendangmulyo Village, Rembang Regency. One of the goals is to raise the issue of stunting. According to data obtained through the local health center, the number of residents suffering from stunting is 22 people, which is quite high. Therefore, the authors are working with the Bulu sub-district health center to carry out socialization activities regarding stunting and anemia because they are still related. With socialization and education on stunting, the authors hope that the stunting rate in Sendangmulyo Village can decrease.Keywords: Anemia; Education; Health; PHBS; Stunting

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

jurnalbinadesa

Publisher

Subject

Social Sciences

Description

Jurnal Bina Desa memuat hasil pengabdian kepada masyarakat berbasis penelitian seperti Pengembangan Masyarakat (Community Development), Pembelajaran Layanan (Service Learning), PAR (Participatory Action Research), ABCD (Asset Based Community Development), CBR (Community-Based Research), dan ...