Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat realitas membangun ketahanan nasionalisme generasi muda di tengah arus globalisasi. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif kualitiatif untuk memahami gejala-gejala sosial di masyarakat. Dari penjelasna tersebut maka Penelitian ingin menganlisis ketahanan semangat nasionalisme generasi muda di SMA Kabupaten Simuelue di era globalisasi. Subjek dalam penelitian ini adalah guru-guru Pendidikan Kewarganrgaraan yang berjumlah 10 orang. Teknik pengumpulan data yang pakai ialah Teknik observasi dan wawancara. Dan teknik analisis datanya menggunakan tiga pendekatan yaitu reduksi data, display data dan verifikatif. Hasil penelitian menggambarkan lemahnya semangat nasionalisme diakibatkan oleh kuatnya arus globalisasi budaya asing yang mendegradasi semangat nasisonalisme generasi muda. Upaya membangun ketahananan semangat nasionalisme pada generasi muda dapat dilakukan dengan cara merekontruksikan kembali nilai-nilai Pancasila sebagai manifestasi semangat nasionalisme bernegara pada generasi muda sehingga tumbuh kecintaan pada budaya bangsa Indonesia dan menjadi modal mewujudkan cita-cita nasiona. sebagai warga global dan meningkatkan budaya literasi kewarnegaraan yang dilakukan melalui pendidikan kewarganegaraan di sekolah dengan membentuk civic knowledge, civic skils, dan civic disposition sehingga terbentuknya generasi Indonesia yang smart and good citizen.The purpose of this study is to examine the reality of developing nationalism resilience in the younger generation in the age of globalization. This study is a qualitative descriptive study designed to better understand social phenomena in society. It seeks to analyze the resilience of youth nationalism in the era of globalization of high school students in Simuelue District. The subjects in this study were 10 Citizenship Education teachers. Observations and interviews are used in data collection techniques. While the data were analyzed using three approaches, namely data reduction, data display and verification. The study's findings show that the poor spirit of nationalism is driven by powerful currents of globalization of other cultures, which are weakening the younger generation's spirit of nationalism. Efforts to maintain the spirit of nationalism in the younger generation can be carried out by reconstructing Pancasila values as a manifestation of the spirit of state-nationalism in the younger generation, so that a compassion for Indonesian culture grows and becomes a capital for realizing national aspirations as global citizens, and increasing a culture of civic literacy that is inclusive. This is accomplished through civic education in schools, which develops civic knowledge, civic skills, and civic disposition in order to raise a generation of Indonesians who are knowledgeable and excellent citizens.
Copyrights © 2023