Pemasaran jagung manis di pasar tradisional Kayuagung cukup sulit karena jarak antara produsen dan konsumen cukup jauh, membutuhkan biaya pemasaran yang besar dan akan menentukan efisiensi pemasaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan tujuan (sampling purpose) dengan mewawancarai pedagang secara langsung. Ada dua saluran pemasaran jagung manis, yaitu Tipe I yang lebih sederhana dan efisien dibandingkan Tipe II. Pedagang pengumpul melakukan fungsi pembelian, penjualan, pengangkutan, dan pembiayaan serta fungsi informasi pasar. Pengecer melakukan semua fungsi pemasaran kecuali fungsi pengolahan. Margin pemasaran untuk saluran Tipe I hanya di tingkat pengecer, Rp. 1.750 per kilogram. Margin pemasaran untuk saluran Tipe II, kolektor, adalah Rp. 1.150 per kg dan pengecer Rp. 1.400. Besarnya bagian petani pada saluran Tipe I adalah 79% dan tipe II adalah 70% sedangkan bagian pedagang pada saluran Tipe I adalah 79% dan tipe II masing-masing adalah 81,08% dan 86,54%. Efisiensi pemasaran jagung pada tingkat pengecer pada saluran Tipe I sebesar 1,05%, sedangkan efisiensi pemasaran jagung pada tingkat pengumpul pada saluran Tipe II sebesar 6,66%, dan pada tingkat pengecer sebesar 1,68%. Jadi efisiensi pemasaran di semua saluran pemasaran efisien dan yang paling efisien ada di saluran pemasaran Tipe I di tingkat pengecer. Kata kunci : Jagung Manis, saluran pemasaran, Marjin Pemasaran, Efisiensi
Copyrights © 2023