Down syndrome merupakan salah satu dari anak berkebutuhan khusus, di mana anak tersebut mempunyai tingkat intelektual yang berada rendah atau di bawah rata-rata. Diagnosis down syndrome kepada anak akan menimbulkan stress pada orang tua (Kerig dan Wenar 2011). Rekasi yang akan dirasakan oleh orang tua adalah shock dan tidak terima dengan kenyataan yang ada (Mangusong, 2011). Salah satu terapi yang bisa dilakukan oleh anak down syndrom adalah terapi wicara. Terapi wicara berfungsi untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi. Dengan mempunyai kemampuan berkomunikasi, anak down syndrome akan dapat bersosialisasi dengan baik. dengan bersosialisasi, anak dapat meningkatkan kualitas hidup dan menumbuhkan rasa percaya diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membantu perkembangan pada subjek berupa terapi wicara. Metode yang digunakan adalah kuantitatif eksperimen, sample yang digunakan dalam penelitian ini adalah satu orang, teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara kepada orang tua subjek dan observasi kepada subjek. Analisis data yang dilakukan menggunakan uji paired sample t test non parametrik. Hasil dari penelitian diketahui nilai asymp sig sebesar 0,042 < 0,05.
Copyrights © 2023