Arsitektur sebagai komunikasi visual memiliki makna yang harus dibaca melalui ilmu semiotika. Arsitektur sasadu memiliki ornamen sebagai simbol dan makna dari setiap ornamen yang melekat pada arsitektur sasadu. Suku sahu adalah suku asli Halmahera barat sebagai pemilik arsitektur sasadu. Taraudu merupakan kampung suku sahu pa’disua yang memiliki sasadu dengan ragam ornamen. Tujuan penelitian adalah mengungkapkan makna ornamen yang ada pada arsitektur sasadu. Metode kualitatif pendekatan semiotika Roland Barthes. Pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggambar menggunakan software autocad, analisis makna denotasi dan analisis makna konotasi . Hasil penelitian menunjukkan Makna motif denotatif ornamen gunung sambilan adalah hutan pertanian konotatif tempat leluhur. Denotatif campaka bunga upacara konotatif bunga leluhur. Tumbuhan paku denotatif tumbuhan hutan sahu konotatif kehidupan. Cengkeh denotatif rempah konotatif penyedap rasa. Tangan denotatif organ tubuh konotatif kasih sayang. Toto (payudara) denotatif reproduksi konotatif kedudukan perempuan. Alat vital perempuan denotatif reproduksi konotatif kedudukan perempuan. Kaki denotatif berdiri konotatif menjalani hidup. Kaki seribu denotatif binatang tanpa tulang belakang konotatif penjaga hutan. Ular denotatif reptil konotatif penjaga wilayah sahu. Parang dan salawaku denotatif alat perang konotatif pertahanan dan kehormatan. Wanata denotatif bubungan atap konotatif pertahanan dan persatuan. Pagara denotatif lisplang konotatif batas ruang sakral upacara
Copyrights © 2023