Perkembangan teknologi dan pengetahuan yang sangat pesat memberikan perubahan pada kehidupan manusia. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah mampu memberikan pilihan baru untuk pengembangan media pembelajaran bagi dunia pendidikan terutama di masa setelah pandemi. Arus informasi menjadi sangat cepat, sehingga setiap institusi pendidikan beserta setiap individunya dituntut untuk lebih efektif dan efisien, termasuk para peserta didik yang ada di dalam institusi tersebut. Setiap peserta didik dituntut untuk mampu memanfaatkan teknologi informasi sebagai pendukung proses belajarnya, untuk dapat meningkatkan kinerja pembelajarannya. Peserta didik memanfaatkan teknologi informasi untuk berbagai tujuan di dalam proses pembelajarannya. Seringkali tujuan peserta didik yang satu dengan yang lain berbeda, sehingga pemanfaatan teknologi yang dilakukan oleh peserta didik di dalam proses pembelajarannya pun menjadi berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi sejauh mana peserta didik dapat menerima pemanfaatan teknologi informasi di dalam proses belajarnya. Penerimaan peserta didik terhadap pemanfaatan teknologi informasi dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Technology Acceptance Model (TAM) sebagai salah satu model pengukuran untuk penerimaan teknologi menjadi acuan untuk menganalisis penerimaan peserta didik terhadap penerimaan teknologi informasi. Konstruk-konstruk akan digunakan untuk menganalisa sejauh mana organisasi maupun individu menerima pemanfaatan teknologi. Hubungan antar konstruk di dalam TAM menghasilkan hipotesis yang diukur dengan Structural Equation Model (SEM).
Copyrights © 2023