Sampah saat ini masih menjadi masalah yang sulit untuk dikendalikan terutama sampah botol plastik, Sampah botol plastik merupakan jenis sampah yang sulit terurai dalam timbunan tanah. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk menanggulanginya ialah dengan melakukan pencacahan, agar hasil dari proses pencacahan tersebut dapat di olah kembali menjadi barang yang dapat digunakan lagi. Pada penelitian ini saya menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan cara pengambilan data secara langsung dengan desain alat sebagai langkah pertama dilanjutkan proses pembuatan alat, setelah itu dilakukanlah 2 proses pengambilan data yaitu Analisis Sistem Manufaktur dan Uji kinerja mesin pencacah botol plastik tipe gunting. Tahap selanjutnya ialah perhitungan data dimulai dari analisis manufaktur untuk mengetahui lama pembuatan, biaya produksi, dan nilai ekonomis mesin dengan metode BEP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, waktu produksi (Tp) =2083,3 menit/batch, laju produksi 0,028 unit/jam, dengan waktu pengerjaan selama 8 jam/shift maka, MLT sebesar 201,35 jam/batch. Biaya produksi Rp. 6.943.133/unit, harga jual alat (P) sebesar Rp. 7.984.602 Laba yang diperoleh sebanyak Rp. 1.041.469/bulan. dengan BEP (Q) atas dasar unit = 1 unit dan, BEP dalam Rupiah sebesar Rp. 5.911.357. Periode pengembalian modal Payback mesin pencacah botol plastik tipe gunting yaitu selama 2 bulan. Hasil dari pengujian kinerja mesin dilakukan perbandingan antara 2 screen yaitu (Lingkaran Hexagonal) ∅ lubang 2,5 cm menunjukkan bahwa screen lingkaran ≥ hexagonal dengan nilai kapasitas waktu pemotongan 2,12 kg/jam dan efisiensi hasil cacahan 88,3 %Kata Kunci : Daur Ulang, Botol Platik, Mesin Pencacah, Studi Waktu, BEP
Copyrights © 2023