Kondisi iklim disuatu wilayah sangat dipengaruhi sirkulasi angin. Pemebentukan cuaca dan iklim di wilayah Indonesia dipengaruhi oleh sirkulasi Hadley dan Walker selain itu sirkulasi monsun juga mempengaruhi variasi musiman di Indonesia. Komponen angin tersebut juga dipengaruhi oleh aktivitas ENSO (El Niño-Southern Oscillation) di Samudera Pasifik utamanya zonal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sirkulasi angin zonal dan angin meridional serta pengaruh ENSO terhadap variabilitas curah hujan dan awal musim di Malang. Penelitian ini menggunakan data angin zonal dan meridional ketinggian 10 meter luaran model ECMWF (European Centre for Medium-Range Weather Forecasts) dengan resolusi spasial 0.125°x0.125° periode 1989-2016, curah hujan bulanan Stasiun Klimatologi Jawa Timur periode yang sama, dan indeks Nino 3.4 yang diunduh melalui situs NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration). Hasil penelitian menujukkan bahwa angin zonal baratan dan meridional negatif mendominasi pada periode musim hujan November sampai dengan April. Pada musim kemarau Mei sampai dengan Oktober, angin timuran dan meridional positif lebih kuat. Perubahan arah angin diikuti perubahan musim dengan lagtime 3 dasarian. Aktifnya ENSO mampu mengubah arah angin meridional dan menguatkan angin baratan di wilayah penelitian. ENSO juga menyebabkan curah hujan lebih fluktuatif.
Copyrights © 2022