Sumber daya alam dan sosial budaya merupakan aset dalam mengembangkan pariwisata di suatu wilayah. Tuntutan pariwisata berkelanjutan merupakan aspek penting yang harus diperhatikan oleh pemerintah daerah. Oleh karena itu, kajian sumber daya pariwisata berbasis alam menjadi penting untuk menentukan kawasan yang cocok untuk perencanaan destinasi pariwisata berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan model tata ruang alam untuk perencanaan wisata alam berdasarkan kriteria daya tarik wisata. Daya tarik objek wisata dikembangkan berdasarkan keragaman bentang alam seperti tutupan lahan dan kondisi fisik desa yang meliputi variasi bentang alam berdasarkan tutupan lahan, variasi berdasarkan persebaran objek wisata, variasi nilai objek wisata, variasi dalam kegiatan wisata, variasi ketinggian, variasi kemiringan, kedekatan sumber air dan aksesibilitas. Obyek dan daya tarik yang telah dinilai kemudian dianalisis menggunakan kriteria penilaian sesuai dengan nilai-nilainyaditentukan untuk setiap kriteria. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Parangloe terbagi menjadi empat kelas kesesuaian lokasi wisata alam, yaitu 43,82% sangat sesuai, 35,01% sesuai, 19,44% cukup sesuai, dan 1,73% tidak sesuai dari total wilayah administrasi Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa
Copyrights © 2022