Pengelolaan perkebunan kelapa sawit rakyat sebagian besar belum menerapkan good agriculture practices/GAP dan berkelanjutan karena berbagai keterbatasan yang dimiliki pekebun swadaya, antara lain kemampuan modal, teknis budidaya, sumberdaya manusia masih relatif cukup rendah dan lainnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat penerapan ISPO pada perkebunan kelapa sawit swadaya di Kota Duma.Penelitian ini menggunakan metode survey. Teknik penarikan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah responden petani pekebun swadaya sebanyak 60 orang. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pekebun sawit swadaya yang melaksanakan penanaman sesuai dengan Pedoman Teknis Budidaya Kelapa Sawit Terbaik (GAP) hanya 38,33%, walaupun demikian 76,67% pekebun sawit swadaya mencatat pelaksanaan penanamannya. Tingkat penerapan ISPO untuk prinsip legalitas kebun oleh pekebun swadaya di Kota Dumai adalah sekitar 70%, untuk prinsip organisasi pekebun dan pengelolaan kebun 83,33% yang telah terdaftar sebagai anggota kelompok tani. Selanjutnya prinsip pengelolaan dan pemantauan lingkungan oleh pekebun swadaya di Kota Dumai ternyata belum ada pekebun yang memilki SPPL, 73,33% pekebun telah melaksanakan pencegahan dan penanggunalangan kebakaran secara bersama-sama dengan penduduk sekitar dan instansi terkait, 25,00% telah melaksanakan pelestarian biodiversity. Pada prinsip peningkatan usaha secara berkelanjutan yang dilakukan oleh pekebun hanya 41,67% yang mempunyai catatan hasil penerapan perbaikan/peningkatan yang dilakukan.
Copyrights © 2020