Porkita merupakan perusahaan food and beverage yang menjual frozen food pada era pandemi. Dalam dekade yang ditetapkan, Porkita melakukan kerja sama dengan salah satu perusahaan food and beverage untuk menjual menu kolaborasi perpaduan makanan, akibat dari itu penjualan frozen food Porkita menurun. Peneliti lebih memilih sosial media Instagram sebagai sarana marketing dikarenakan menurut data Indonesian digital report, Instagram merupakan peringkat ke-3 setelah Youtube dan juga Whatsaap. Oleh karena itu Porkita menggunakan Instagram sebagai sarana iklan. Akan tetapi tidak mendapatkan penjualan dari iklankan konten pada Instagram seperti yang diharapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah meneliti pengaruh sosial media marketing (context (X1), communication (X2), collaboration (X3), connection (X4)) terhadap minat beli Porkita. Uji ini menggunakan analisis linier berganda dengan minat beli sebagai vaiabel dependen, dan dilakukan menggunakan aplikasi perangkat lunak SPSS 25. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penggunaan dalam pengambilan sampling dengan metode purposive sampling. Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah pengikut Instagram Porkita, yang berusia 18-24 tahun sesuai dengan umur yang ditetapkan oleh Instagram. Berdasarkan ini terdapat 68 responden sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Dari kuisioner yang diedarkan peneliti mendapatkan 61 responden dari hasil 71 kuisioner yang telah dibagikan. Dari hasil yang diolah disimpulkan bahwa context (X1), communication (X2), collaboration (X3), dan connection (X4) berpengaruh signifikan terhadap minat beli, dan communication (X2) mempengaruhi secara dominan yaitu komunikasi 38,6%. Kata Kunci: context, communication, collaboration, connection, minat beli
Copyrights © 2022