Globalisasi telah memberikan pengaruh yang luar biasa, salah satunya adalah munculnya degradasi moral dan implementasi nilai-nilai Pancasila yang terjadi pada siswa baik di sekolah maupun di luar sekolah. Masalah ini menjadi tantangan tersendiri bagi guru PPKn Kabupaten Sukoharjo dalam mendidik dan membangun moral Pancasila pada diri siswa. Untuk itulah diperlukan penguatan kompetensi Pancasila bagi guru PPKn Kabupaten Sukoharjo sebagai modal penting dalam mengedukasi, mendistribusikan, dan menyemaikan nilai-nilai Pancasila kepada para siswa di sekolahnya masing-masing. Metode pengabdian yang digunakan adalah FGD (Forum Discussion Group) antara guru PPKn yang tergabung dalam MGMP PPKn Kabupaten Sukoharjo dengan Pusat Studi Pengamalan Pancasila UNS. Hasil dari kegiatan ini adalah sebelum guru menuntut siswa bersikap pancasilais, para gurulah yang harus memberikan keteladanan Pancasilais lebih dahulu. Guru PPKn harus memiliki segenap kompetensi Pancasilais baik pedagogik, profesional, maupun sosial. Dalam kata lain, guru PPKn di Sukoharjo harus berlatih secara berkelanjutan untuk pancasilais secara teoritis, sikap maupun tindakan, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat. Guru adalah garda terdepan yang memiliki posisi strategis dalam mengedukasi dan memberikan keteladanan mengenai nilai-nilai luhur di dalam 5 sila Pancasila. Beberapa sikap pancasilais yang harus terus digembleng pada diri seorang guru PPKn (dan seluruh guru pada umumnya) yaitu taat pada Tuhan, pekerja keras, bertanggung jawab, adil, peduli, memiliki rasa cinta tanah air, dan berkomitmen menjaga persatuan Indonesia.
Copyrights © 2022