Sejak tahun 2020 Kota Jayapura masuk dalam daerah Lokus intervensi stunting. Pemerintah telah membuat strategi pencegahan stunting dengan pendekatan multi sektor. Salah satunya tokoh agama melalui konseling pra nikah. Tujuannya adalah memberdayakan catin dan meningkatkan kerjasama lintas sektor dalam pencegahan stunting. Metodenya adalah kegiatan FGD dan penyuluhan mengunakan teknik curah pendapat untuk mendapatkan informasi tentang pentingnya masalah stunting lokasi kegiatan adalah di KUA Kec. Jayapura selatan dan di Gereja Katolik Santo Petrus Dan Paulus Argapura, kecamatan Jayapura Selatan. Data yang diambil adalah antropometri dan pengetahuan stunting. Hasil pengabdian masyarakat catin yang berisiko dilihat dari status gizi adalah 2,2% gizi kurang, 19% mengalami KEK dan 17,4 % calon ibu memiliki TB <145 cm. Nilai pengetahuan catin sebelum pengabmas 32,89±17,40 setelah pengabdian masyarakat 55,11±16,73, adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan pada catin sebesar 22,21 poin (p-velue 0,000). Penyebaran informasi pencegahan stunting pada catin melalui media edukasi buku saku/ leaflet bekerjasama dengan lintas sektor.
Copyrights © 2023