Indonesia banyak sekali berdiri industri-industri besar dan kecil, dalam usaha pengembangan teknologi banyak upaya yang dilakukan yaitu dengan menciptakan karya baru dengan biaya murah, memiliki daya guna yang tinggi dan ekonomis. Namun pemanfaatan dan pengetahuan tentang cara- cara pengolahannya masih sangat kurang, sehingga sering banyak logam bekas yang terbuang percuma. Sehingga kita dituntut untuk bias berkreatifitas melalui pemikiran atau ide. Fitria danWaziz (2004) meneliti serbuk paduan Al - 9% Si hasil pengikiran. Pembuatan specimen dengan variasi tekanan kompaksi 300, 400 dan 500 MPa dan variasi suhu sinter 450, 500 dan 550°C selama 2 jam dalam lingkungan gas argon. Bagaimana mengetahui pengaruh tekanan kompaksi pada proses metalurgi serbuk terhadap hardness alumunium. Bahan uji yang digunakan alumunium yang telah dihaluskan menjadi serbuk, pengujian yang dilakukan menggunakan mesin hardness, tekanan kompaksi pada serbuk alumunium telah ditentukan. Manfaat dari penelitian ini adalah membandingkan kekuatan terhadap perbedaan tekanan kompaksi pada proses metalurgi serbuk alumunium sehingga mendapatkan kekuatan yang diinginkan pada proses tersebut. Dari hasil pengujian kekerasan pada spesimen metalurgi serbuk maka di dapatkan Pengujian kekerasan titik pertama pada spesimen 1 diperoleh hasil kekerasan sebesar 70,0 HRA. Pada titik dua diperoleh kekerasan sebesar 70,4 HRA. Pada titik tiga diperoleh kekerasan sebesar 70,5 HRA. Spesimen 1 mendapatkan perlakuan pemanasan 320°C dengan kuat tekan kompaksi 70 Bar. Pengujian kekerasan titik pertama pada spesimen 2 diperoleh hasil kekerasan sebesar 69,2 HRA. Pada titik dua diperoleh kekerasan sebesar 70,3 HRA. Pada titik tiga diperoleh kekerasan sebesar 69,9 HRA. Spesimen 2 mendapatkan perlakuan pemanasan 320°C dengan kuat tekan kompaksi 60 Bar.
Copyrights © 2023