Penelitian ini menggunakan 48 dua bulan tikus putih jantan berumur. Tikus-tikus putih kelompok kedalam enam kotak plastik besar dengan diameter 30 cm, sehingga setiap kotak berisi 8 tikus putih. Tikusputih diobati dengan radioaktif sebagai berikut:Kotak 1 dan kotak 2 digunakan sebagai kontrol 16 dan 32 hari.ci dosis 5 untuk 16 hari.Kotak 3 diobati dengan radiasi radio aktifci dosis 5 untuk 32 hari.Kotak 4 diobati dengan radiasi radio aktifci dosis selama 16 hari.Kotak 5 diobati dengan radiasi radio aktif 10ci dosis untuk 32 hari.Kotak 6 diobati dengan radiasi radio aktif 10Setelah waktu yang ditetapkan berakhir, testis dilakukan pemeriksaan. Tikus putih dibunuh dengan eterdan kemudian dua testis diambil dificsasi dengan formalin 10% untuk preparat histologi ditandai, intiberdiameter spermatogonium pemeriksaan dilakukan. Semua putih tikus dibunuh dengan eter dankemudian dua testis diambil difisasi dengan formalin 10% untuk preparat histologi ditandai, dan diameterinti dihitung. Hasilnya, dengan analisis statistik menunjukkan bahwa jumlah rata-rata berarti diameter intikontrol yang spermatogonium adalah = 1.571 u dan SD = 0.191, sementara jumlah rata-rata (mean) darispermatogonium inti berdiameter setelah radiasi adalah = 4,46 u dan sd adalah = 0.372.Hal ini ditemukan bahwa tikus putih jantan dengan radiasi radioaktif 125I memiliki rata-rata lebih besardari diameter inti dari yang kontrol. Analisis statistik menunjukkan bahwa varian alpha = 0,05 berarti p<0,05.
Copyrights © 2011