Jurnal Ilmiah Geologi pangea
Vol 3, No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA

GEOLOGI DAN STUDI FASIES SATUAN BATUGAMPING WONOSARI, DAERAH PULEREJO DAN SEKITARNYA, KECAMATAN BAKUNG, KABUPATEN BLITAR, PROVINSI JAWA TIMUR

Syaifullah Fadhil Yuflih (Unknown)



Article Info

Publish Date
13 Jul 2021

Abstract

SARI – Daerah penelitian secara administrasi terletak di Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, Provinsi JawaTimur. Secara geografis daerah penelitian menempati koordinat X: 610171,178mE – 619171,178mE dan Y:9080251,217mN – 9089251,217mN, dengan luas daerah penelitian 81 km (9x9 km)Geomorfologi daerah penelitian dibagi menjadi empat satuan bentuk asal. Satuan bentuk asal Struktural terdiri dariempat satuan geomorfik, yaitu satuan geomorfik perbukitan struktural (S1), satuan geomorfik lembah struktural(S2), satuan geomorfik garis gawir sesar (S3), dan satuan geomofik perbukitan lipatan (S4). Satuan bentuk asaldenudasional terdiri atas satu satuan geomorfik, yaitu satuan geomorfik bukit terisolir (D1). Satuan bentuk asalfluvial terdiri atas satu satuan geomorfik, yaitu satuan geomorfik tubuh sungai (F1). Satuan bentuk asal marineterdiri dari dua satuan geomorfik, yaitu satuan geomorfik tebing terjal dan takik pantai (M1) dan satuan geomorfikdataran pantai (M2). Berdasarkan hasil pengamatan lapangan dan analisis laboratorium, stratigrafi daerah penelitiandibagi menjadi empat satuan batuan tidak resmi dengan urutan dari tua ke muda sebagai berikut: satuan batupasirtufanNampol (Miosen Awal) ditindih secara selaras oleh satuan batugamping Wonosari (Miosen Tengah) dansatuan endapan Aluvial-sungai menjemari dengan satuan endapan Aluvial-pantai (Holosen).Untuk membagi jenis fasies yang ada pada daerah penelitian, penulis melakukan analisis fasies berdasarkanlitofasies yang dapat digunakan sebagai data untuk mengelompokkan dan menginterpretasi asosiasi fasies danlingkungannya. Analisis tersebut dilakukan dengan menggunakan data lapangan yang dikombinasikan dengananalisis petrografi, analisis etsa, analisis profil, dan pendekatan fasies dalam literatur yang sesuai dengan pola fasiesdaerah penelitian. Penulis membagi fasies daerah penelitian menjadi 22 (dua puluh dua) litofasies.Litofasies yang sudah dibagi kemudian dapat dikelompokkan menjadi 4 (empat) asosiasi fasies, yaitu: asosiasi fasiesNapal, Mudstone, Wackestone, Packstone, Grainstone, Rudstone, Bindstone, asosiasi fasies Mudstone, Wackestone,Packstone, asosiasi fasies Coral Wackestone, Coral Packstone, Grainstone, Floatstone, Rudstone, dan asosiasifasies Framestone, Bafflestone, Bindstone. 2Kata-kata Kunci : satuan batupasir-tufan Nampol, satuan batugamping Wonosari, litofasies, asosiasi fasies,restricted platform, open platform

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

jig

Publisher

Subject

Earth & Planetary Sciences Energy Engineering Environmental Science

Description

Jurnal Ilmiah Geologi Pangea (JIG Pangea) is an Indonesian scientific journal published by the Geological Engineering Department, Faculty of Mineral and Technology, UPN "Veteran" Yogyakarta. The journal receives Indonesian or English articles. Those articles are selected and reviewed by our ...