Pengembangan tanaman berpotesi obat dilakukan dengan memanfaatkan beberapa jenis tanaman sebagai berbagai jenis obat – obatan herbal. Berbagai jenis metabolit sekunder di dalam tanaman diisolasi untuk memperoleh khasiatnya. Pengobatan herbal sedang digemari masyarakat karena dapat diolah sendiri dari beberapa tanaman obat. Universitas Dhyana Pura telah melakukan pengembangan tanaman herbal dengan membuat beberapa produk herbal yang bekerjasama dengan Desa Catur, Kintamani, Bangli. Salah satu produk herbal yang diproduksi yaitu minyak catur wangi. Minyak catur wangi terdiri dari 122 jenis tanaman obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari minyak catur wangi Bakteri yang digunakan yaitu Staphylocacus aureus. Bakteri Staphylococus aureus diuji daya hambatnya menggunakan minyak catur wangi dengan beberapa konsentrasi yaitu 10, 20, 30,40, 50, 60, 70, 80, 90, 100% dan menggunakan kontrol negatif dan kontrol positif. Dari semua konsetrasi, minyak catur wangi tidak mempunyai aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococus aureus.
Copyrights © 2020