Karbohidrat adalah sumber energi utama bagi tubuhmanusia. Singkong (Manihot esculenta Crantz) danKentang (Solanum tuberosum) merupakan makananyang kaya akan sumber karbohidrat. Singkong dankentang merupakan golongan karbohidrat polisakaridajenis amilum (zat pati). Singkong dan kentang dapatdiolah dengan cara direbus. Pemanasan pada singkongdan kentang yang direbus menyebabkan kandunganglukosa pada pati dengan mudah dihidrolisis oleh enzimamilase. Adanya keberadaan enzim amilase memberidampak yang berarti dalam menurunkan pH saliva.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhkonsumsi singkong rebus dan kentang rebus terhadappenurunan derajat keasaman (pH) saliva pada anak usia7-8 tahun. Penelitian ini merupakan penelitianEksperimental Semu (Quasi Experimental Design)dengan rancangan Pretest and Posttest Design danperlakuan diberikan secara Cross Over Design.Pengumpulan data menggunakan data primer yangdiperoleh langsung saat penelitian. Analisis datamenggunakan uji two way ANOVA (repeated measures).Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa terjadipenurunan pH saliva yang lebih besar pada kelompoksingkong rebus dibandingkan kelompok kentang rebuspada menit ke 5 dan 10. Kesimpulan penelitian iniadalah terjadi penurunan pH saliva setelah mengonsumsikentang rebus dan singkong rebus. Penurunan pH salivadapat berpengaruh terhadap resiko karies gigi.Diharapkan perlu dilakukan penyuluhan kepadamasyarakat mengenai dampak konsumsi kentang rebusdan singkong rebus.
Copyrights © 2022