Kejadian anemia merupakan masalah kesehatan secara global, pada remaja putri angka prevalensi anemia sebesar 25%. Salah satu programnya adalah suplementasi tablet tambah darah (TTD) pada siswi di sekolah. Cakupan TTD yang diterima remaja putri disekolah sebesar 80.9% dan yang mengkonsumsi TTD ≥52 butir hanya 1,4% dari yang menerima. Tujuan penelitian untuk mengetahui distribusi, frekuensi, dan interprestasi konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di kota Bukittinggi.Penelitian menggunakan rancangan analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Dilakukan pada bulan Maret - Juli 2020, sampel 93 orang siswi SMA/SMK di Bukittinggi Analisis data dengan uji Chi Square dan uji regresi logisticHasil penelitian menunjukkan faktor yang berpengaruh terhadap konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri adalah sikap (p=0.001), ketersediaan TTD (p=0.000), media (p= 0.036), peran tenaga kesehatan (p=0,042), peran guru (p=0.007), peran UKS (p=0.004), peran teman sebaya (p=0.000). Sedangkan pengetahuan (p=0.094), motivasi (p=0.083), keluarga (p=0.313), pendapatan orang tua (p=0.564), pendidikan orang tua (p=0.773), pekerjaan orang tua (p=0.692) tidak memiliki pengaruh terhadap konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri. Hasil Multivariat adalah peran tenaga kesehatan (p=0.004).Kesimpulan penelitian ini variabel yang paling dominan adalah peran tenaga kesehatan. Diharapkan dinas kesehatan dan pendidikan dapat bekerja sama membentuk suatu kebijakan baru terhadap program ini.
Copyrights © 2023