Cermin Dunia Kedokteran
Vol. 45 No. 11 (2018): Neurologi

Tatalaksana Status Epileptikus di Instalasi Gawat Darurat

Agung Prasetyo (Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Tanjungpura, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia)
Bowo Hery Prasetyo (SMF Neurologi, Rumah Sakit Tk II Kartika Husada, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Indonesia)



Article Info

Publish Date
01 Nov 2018

Abstract

Status epileptikus merupakan suatu kondisi kegawatdaruratan neurologis dengan morbiditas dan mortalitas tergantung durasi bangkitan. Tujuan terapi status epileptikus adalah penghentian segera aktivitas serangan agar mengurangi kematian dan kesakitan. Pedoman saat ini merekomendasikan benzodiazepin sebagai terapi lini pertama, fosfenitoin, asam valproat dan levetirasetam sebagai terapi lini kedua, serta agen anestesi sebagai terapi lini ketiga. Status epilepticus is a neurologic emergency with morbidity and mortality that depends on the duration of seizures. The goal of status epilepticus therapy is immediate cessation of seizure activity which will reduce mortality and morbidity. Current guideline recommend the use of benzodiazepines as first-line therapy, phosphenitoin, valproic acid and levetiracetam as second-line therapy and anesthetic agents as thirdline therapy

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

CDK

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Cermin Dunia Kedokteran (e-ISSN: 2503-2720, p-ISSN: 0125-913X), merupakan jurnal kedokteran dengan akses terbuka dan review sejawat yang menerbitkan artikel penelitian maupun tinjauan pustaka dari bidang kedokteran dan kesehatan masyarakat baik ilmu dasar, klinis serta epidemiologis yang menyangkut ...