Financial distress merupakan situasi kesulitan keuangan sebelum terjadinya kebangkrutan ataupun likuidasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh intellectual capital, leverage dan pertumbuhan penjualan terhadap financial distress. Penelitian ini menggunakan empat variabel kontrol yaitu current ratio, return on asset, firm size dan asset tangibility. Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2012 sampai dengan 2019. Pemilihan data sampel menggunakan metode purposive sampling sehingga diperoleh 152 observasi. Model yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan random effect model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intellectual capital berpengaruh negatif terhadap financial distress dan leverage berpengaruh positif terhadap financial distress. Sementara itu, pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh terhadap financial distress.
Copyrights © 2023