Latar Belakang: Kabupaten bantul merupakan salah satu wilayah yang memiliki ancamanbahaya gempa bumi dan tsunami. untuk mengurangi dampak bencana perlu adanyapengetahuan pada masyarakat termasuk siswa tingkat sekolah dasar yang merupakan bagiandari masyarakat yang rentan terhadap bencana.Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahuipengaruh pendidikan bencana gempa bumi dan tsunami terhadap emergency planning diSekolah Dasar Negeri Jigudan Pandak Bantul Yogyakarta. Metode: Penelitian kuantitatifdengan metode pre eksperimen designs. Pendekatan yang digunakan one group pretestposttest design. Populasi penelitian ini adalah siswa siswi kelas 5 yang berusia 10-12 tahunberjumlah 46 orang. Pengambilan sampel menggunakan total sample. Instrument yangdigunakan kuesioner. Uji statistik yang digunakan Uji Wilcoxon. Hasil: Penelitian EmergencyPlanning sebelum di berikan pendidikan bencana gempa bumi dan tsunami sebanyak 15responden (32.6%) siap, 22 responden (47.8%) hampir siap, 9 responden (19.6%) kurangsiap. Hasil Emergency Planning sesudah diberikan pendidikan bencana gempa bumi dantsunami sebanyak 35 responden (76.1%) sangat siap, 11 responden (23.9%) siap. Uji statistikdengan menggunakan uji Wilcoxon didapatkan (P: 0,00) lebih kecil dari atau sama denganderajat kemaknaan α: 0.05 (p : 0,000 < 0,05 ). Kesimpulan: Ada pengaruh yang signifikanterhadap kesiapsiagaan emergency planning siswa sebelum dan sesudah di berikanpendidikan bencana gempa bumi dan tsunami.Kata kunci : Kesiapsiagaan Emergency Planning, Pendidikan Bencana Gempa Bumidan Tsunami, Sekolah Dasar
Copyrights © 2020