eProceedings of Engineering
Vol 6, No 1 (2019): April 2019

Analisis Performansi Format Modulasi Mach-zehnder Pada Next Generation Passive Optical Network 2 (ng-pon2)

Kurnia Cahya Ade Putra (Telkom University)
Arfianto Fahmi (Telkom University)
Akhmad Hambali (Telkom University)



Article Info

Publish Date
01 Apr 2019

Abstract

Abstrak Perkembangan sistem komunikasi optik telah mencapai kemampuan untuk mengirimkan data dengan bitrate 40 Gbps. Teknologi ini disebut sebagai teknologi NG-PON2, teknologi ini juga mendukung penggunaan panjang kabel mencapai 40 km dan rasio splitter hingga 1:256. Pada teknologi NG-PON2 menggunakan 4 OLT dengan masing-masing memiliki spesifikasi 10 Gbit/s downstream dan 2,5 Gbit/s upstream serta menggunakan teknik multiplexing TWDM. Line coding yang digunakan diantarnya NRZ, RZ, RZ-DPSK dan RZDQPSK dengan rentang daya kirim 7-11 dBm. Panjang link yang digunakan adalah 10, 20, 30 dan 40 km dengan total rasio splitter 1:16. Berdasarkan hasil uji analisa yang dilakukan berdasarkan acuan ITU-T, didapatkan hasil line coding RZ-DQPSK merupakan line coding yang terbaik untuk teknologi ini. Dengan jarak 10, 20, 30, dan 40 km berturut-turut menghasilkan LPB yaitu -16,353 dBm, -19,854 dBm, -23,354 dBm dan -26,853 dBm. Nilai SNR yaitu 40,251093 dB, 36,099789 dB, 31,616630 dB dan 26,448934 dB. Nilai Q-Factor yaitu 51,4665, 31,9124, 19,0459 dan 10,5055. Serta nilai BER yaitu 0, 8,363× 𝟏𝟎−𝟐𝟐𝟒, 3,39693× 𝟏𝟎−𝟖𝟏 dan 4,05714× 𝟏𝟎−𝟐𝟔 . Kata kunci : line coding, NG-PON2, TWDM, komunikasi serat optik. Abstract The development of optical communication systems has achieved the ability to transmit data with abitrate 40 Gbps. This technology is referred to as NG-PON2 technology, this technology also supports the use of cable lengths of up to 40 km andratios splitter up to 1: 256. The NG-PON2 technology uses 4 OLTs with each having a 10 Gbit / s downstream specification and 2.5 Gbit / s upstream and usingtechniques multiplexing TWDM. The line coding used is delivered by NRZ, RZ, RZ-DPSK and RZ-DQPSK with a power range of 7-11 dBm. Thelengths link used are 10, 20, 30 and 40 km with a totalratio of splitter 1:16. Based on the test results of analysis carried out by reference to ITU-T, the result coding line RZ-DQPSKis line coding the bestfor this technology. With a distance of 10, 20, 30, and 40 km respectively producing LPB which is -16,353 dBm, -19,854 dBm, -23,354 dBm and -26,853 dBm. SNR values are 40.251093 dB, 36,099789 dB, 31,616630 dB and 26,448934 dB. Q-Factor values are 51.4665, 31.9124, 19.0459 and 10.5055. As well as the BER value is 0, 8,363× 𝟏𝟎−𝟐𝟐𝟒, 3,39693× 𝟏𝟎−𝟖𝟏 dan 4,05714× 𝟏𝟎−𝟐𝟔 . Kata kunci : line coding, NG-PON2, TWDM, optical fiber communicatios.

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

engineering

Publisher

Subject

Computer Science & IT Control & Systems Engineering Electrical & Electronics Engineering Engineering Industrial & Manufacturing Engineering

Description

Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing ...