Di dunia, Penyakit kardiovaskular (PKV) menempati posisi pertama sebagai penyebab kematian. Angka kematian karena penyakit kardiovaskuler pada tahun 2016 sejumlah 17,9juta orang. Penyebab PKV adalah gangguan fungsi jantung dan pembuluh darah seperti penyakit jantung koroner, hipertensi, dan stroke. Pengetahuan tentang faktor risiko penyebab penyakit kardiovaskular sangat penting dalam upaya pencegahan. Salah satu bentuk pencegahan dini yang dapat dilakukan yaitu dengan memprediksi risiko penyakit kardiovaskuler kedepan selain dengan hidup sehat, terdapat beberapa metode untuk menskrining skor risiko penyakit kardiovaskular salah satunya dengan Jakarta Cardiovaskuler Score (JCS). JCS digunakan untuk menghitung perkiraan risiko penyakit kardiovaskular 10 tahun mendatang. Peserta majlis taklim yang berusia antara 25 – 65 tahun baik laki-laki dan perempuan dimana aktifitas fisik sangat kurang sehingga sangat beresiko munculnya penyakit kardiovaskuler. Tujuan : untuk mengetahui hubungan usia, jenis kelamin, perilaku merokok, tekanan darah diabetes militus, IMT dan aktifitas fisik terhadap resiko penyakit kardiovaskuler. Metode penelitian : adalah kuantitatif deskriptik analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah peserta majlis taklim baitussalam. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik non-probability sampling dengan model purposive sampling, yaitu Teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu.Hasil : Penggambilan data dengan menggunakan Jakarta Cardiovaskuler Score (JCS) melalui google form diperoleh 96 responden yang mengisi dan diperoleh total nilai skor faktor risiko diketahui bahwa proporsi risiko tinggi mengalami mortalitas akibat penyakit kardiovaskular dalam 10 tahun mendatang.
Copyrights © 2022