Gejala paling sering dialami pasien Infark Miokard Akut (IMA) adalah nyeri dada. Nyeri dada menyebabkan ketidaknyamanan pada pasien, sehingga menurunkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kenyamanan dengan kualitas hidup pada pasien infark miokard akut. Desain penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik quota sampling dengan jumlah sampel sebanyak 40 responden. Variabel penelitian adalah tingkat kenyamanan dan kualitas hidup. Pengumpulan data dengan kuesioner SGCQ dan MacNew QLMI dengan nilai Cronbach's alpha pada SGCQ adalah 0,763 sedangkan untuk kuesioner MacNew QLMI adalah 0,767. Analisis data penelitian ini menggunakan uji statistik Spearman's rho untuk mengetahui hubungan antara tingkat kenyamanan dengan kualitas hidup pasien infark miokard akut.Hasil penelitian untuk tingkat kenyamanan dengan nilai rerata 1,525 lebih dari 50% pasien IMA memiliki kenyamanan pada tingkat nyaman yaitu 21 responden (52,5%) dan untuk hasil kualitas hidup dengan nilai rerata dari 2.050, sebagian besar pasien IMA memiliki kualitas hidup yang baik yaitu 19 Responden (47,5%). Hasil uji statistik Spearman's Rho diperoleh p < 0,000 yang artinya ada hubungan antara tingkat kenyamanan dengan kualitas hidup pasien IMA di ruang ICU RS Baptis Kediri.Kesimpulan penelitian Kenyamanan harus dimiliki oleh pasien IMA karena rasa nyaman akan meningkatkan kualitas hidupnya.
Copyrights © 2022