Individu memanfaatkan mekanisme koping stres untuk menghadapi stres yang berasal dari lingkungan, pekerjaan, atau keluarga, stres yang dapat bersifat adaptif atau maladaptif. Mahasiswa yang saat ini terdaftar di perguruan tinggi tidak bisa lepas dari ketegangan dalam aktivitas sehari-hari. Mahasiswa profesi keperawatan menghadapi berbagai stresor, termasuk perawatan pasien, tugas dan beban klinis yang tinggi, dan lingkungan, yang semuanya dapat berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan mereka. Sangat penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan mekanisme koping yang efektif karena stres jangka panjang dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran stress coping pada mahasiswa keperawatan di salah satu universitas swasta di Indonesia barat. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif, dengan teknik pengambilan sampel adalah total sampling yakni mengambil keseluruhan dari total populasi yaitu sebanyak 348 mahasiswa sebagai responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner penjelasan singkat yang dikembangkan oleh Carver (1997) dan ditransfer dengan cronbach alpha 0,725). Hasil menunjukkan 317 peserta (91%) memiliki kemampuan koping adaptif sementara 31 peserta (9%) memiliki kemampuan koping maladaptif. Mekanisme koping adaptif sangat penting dimiliki perawat untuk mendukung tanggung jawabnya dalam memberikan asuhan keperawatan. Peneliti berikut dapat mengeksplorasi berbagai aspek yang dapat mempengaruhi kesepakatan.
Copyrights © 2022