Berdasarkan studi pendahuluan terdapat 44 responden dari TK A berjumlah 20 anak, dan TK B berjumlah 24 anak. Didapatkan data bahwa 6 anak yang perkembangan nya menurun pada saat saya berikan kegiatan menggambar lingkaran 2 anak masih ada yang menggambarnya belum sepenuhnya berbentuk sama, dan 4 anak masih belum bisa memahami cara melipat kertas origami. desain penelitian pre-eksperimen dengan pendekatan One-Group Pre- test and Post-test. Dalam penelitian ini observasi dilakukan sebanyak 2 kali yaitu sebelum perlakuan dan setelah perlakuan, penelitian ini dilaksanakan pada anak usia prasekolah 4–6 tahun. Sampel dalam penelitian ini sebnayk 39 responden dengan menggunakan teknik random sampling. Intrumen yang digunakan di dalam penelitian ini meliputi pengukuran DDST (lembar DDST, pensil, penggaris, papan alas) untuk mengetahui penurunan motorik halus pada anak. Instrumen lain yang digunakan peneliti yaitu Papercraft adalah gunting, pisau (cutter) , perekat (lem), kertas. Sebelum dilakukan pemberian papercraft terhadap perkembangan motorik halus pada anak usia prasekolah mengalami tingkat perkembangan motorik halus normal sebanyak 24 responden (62%) dan sesudah dilakukan intervensi papercraft selama 4 kali pertemuan lalu dilakukan observasi perkembangan motorik halus didapatkan hasil yaitu anak yang memiliki perkembangan motorik halus yang normal sebanyak 35 anak (90%). Setelah dilakukan analisis menggunakan uji Wilcoxon pada pre dan pst terdapat pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan motorik halus pada anak prasekolah usia 4-6 tahun dengan nilai p value = 0,001< 0,05 dan Z = -3.315.
Copyrights © 2022