Pembangunan Bandara Samarinda Baru (BSB) sebagai Bandara bertaraf internasional di Kota Samarinda memerlukan akses jalan yang baik, menuju ke bandara maupun dari bandara. Namun jalan yang tersedia tidak mencukupi kebutuhan dan pada jalan ini sering terjadi banjir oleh luapan Sungai Karang Mumus, sehingga dilakukan pembangunan jalan baru pada jalan simp 4 outer Ringroad- Bandara Samarinda Baru. Perkerasan yang tepat menjadi kunci baiknya masa layan jalan selama umur rencana. Metode Manual Desain Perkerasan Jalan 2017 dan Austroads 2017 adalah dua dari beberapa metode perencanaan tebal yang ada. Studi ini menggunakan kedua metode perencanaan tersebut. Didapatkan bahwa perkerasan yang direncanakan dengan metode manual desain perkerasan jalan 2017 lebih tebal dibandingkan dengan yang dihasilkan oleh metode Austroads 2017 kemudian dilakukan pengujian untuk mengetahui ketahanan terhadap tebal yang dihasilkan dengan program KENPAVE versi 2003. Berdasarkan perbandingan nilai repetisi didapatkan bahwa perencanaan dengan Metode Manual Desain Perkerasan Jalan 2017 hanya dapat menahan kerusakan rutting tetapi tidak dapat menahan fatique cracking dan permanent deformation. Hal ini juga terjadi pada perkerasan yang direncanakan dengan Austroads 2017 perkerasan rencana hanya dapat mehanan rutting tetapi tidak dapat menahan fatique cracking dan permanent deformation.
Copyrights © 2022