Salah satu fungsi manajemen dalam sebuah perusahaan yang sering diperhatikan adalah pengendalian persediaan, di mana menjaga agar persediaan barang tidak mengalami kehabisan atau tidak mengalami kelebihan dalam pemesanan barang. Penelitian ini bertujuan menganalisis klasifikasi barang dagang menggunakan metode klasifikasi ABC dan menganalisis pengendalian persediaan barang dagang dengan metode Economic Order Quantity (EOQ), lalu membandingkannya dengan kebijakan pengelolaan persediaan yang sedang diterapkan saat ini di UD Rumah Tani Pekanbaru. Hasil penelitian ini menunjukkan berdasarkan perhitungan analisis klasifikasi ABC terdapat empat barang yang termasuk dalam kelompok A dan diperoleh bahwa dengan menggunakan metode EOQ akan mengefisienkan biaya persediaan. Hal ini dapat terlihat dari frekuensi pemesanan UD Rumah Tani Pekanbaru sebanyak 24 kali dalam setahun dan total biaya persediaan 23 jenis barang dagang sebesar Rp 157.838.781,39, sedangkan bila menggunakan metode EOQ jumlah frekuensi pemesanan 3-4 kali dalam setahun dengan jumlah biaya yang dikeluarkan adalah Rp 82.059.910,66. Metode EOQ memberikan saran kepada perusahaan untuk menyiapkan safety stock dan ROP sebagai tindakan pencegahan terhadap masalah-masalah yang mungkin timbul terkait persediaan barang.
Copyrights © 2023