JPSCR : Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research
Vol 8, No 1 (2023)

Analisis Efektivitas Biaya Jamu Saintifik Pada Pasien Osteoarthritis di Indonesia

Vidya Atikasari (Departemen Farmasi Sosial dan Administratif, Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Jl. KH. Ahmad Dahlan PO BOX 202, Kembaran, Banyumas, Indonesia, 53182)
Didik Setiawan (Departemen Farmasi Sosial dan Administratif, Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Jl. KH. Ahmad Dahlan PO BOX 202, Kembaran, Banyumas, Indonesia, 53182. Pusat Studi Ekonomi Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Jl. KH. Ahm)
Galar Sigit Prasuma (Departemen Farmasi Sosial dan Administratif, Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Jl. KH. Ahmad Dahlan PO BOX 202, Kembaran, Banyumas, Indonesia, 53182.)
Ergia Adang Sugiantoro (Wisata Kesehatan Jamu, Jl Raya Kalibakung-Bojong KM. 1, Ds. Kalibakung, Kec. Balapulang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Indonesia, 52464. Politeknik Kesehatan Kemenkes Surakarta, Jl. Ksatria, No.2, Ds. Danguran, Kec. Klaten Selatan, Kabupaten Klaten, )



Article Info

Publish Date
30 Mar 2023

Abstract

Osteoarthritis merupakan penyakit dengan terapi jangka panjang dan memiliki beban biaya yang besar. Penelitian farmakoekonomi ini bertujuan untuk melihat efektivitas biaya dari jamu santifik dalam pengobatan osteoarthritis menggunakan perspektif pasien. Analisis efektivitas biaya dipresentasikan dalam bentuk Incremental Cost Effectiveness Ratio (ICER). Efektivitas terapi dileporkan berdasarkan nilai keberhasilan terapi dan dan Quality Adjusted Life Year (QALY). Komponen biaya yang diukur meliputi biaya langsung medis maupun non-medis. Analisis sensitivitas univariat dilakukan untuk melihat pengaruh dari variable penelitian terhadap nilai ICER. Pasien berjumlah 50 orang yang berpartisipasi dalam penelitian ini dimasukkan ke dalam terapi jamu saintifik (40%) dan terapi konvensional osteoarthritis (60%). Biaya pada kelompok yang menggunakan jamu saintifik lebih tinggi jika dibandingkan dengan terapi konvensional osteoarthritis (38.993±2.873 vs 31.511±1.833). Efektivitas terapi jamu saintifik lebih tinggi jika dibandingkan terapi konvensional osteoarthritis namun perbedaan tersebut tidak bermakna secara statistik (95,0% vs 93,3%; p value 0,808), begitu juga dengan utility index jamu saintifik yang lebih besar dibandingkan terapi konvensional osteoarthritis (0,88±0,07 vs 0,77±0,15; p value 0,093). Nilai ICER untuk 1 unit penambahan efektivitas terapi bernilai Rp 437.765, sedangkan ICER untuk penambahan 1 unit kualitas hidup bernilai Rp 67.654. Faktor yang paling mempengaruhi nilai ICER adalah biaya jamu. Terapi jamu saintifik osteoarthritis merupakan terapi yang cost-effective dibandingkan terapi konvensional osteoarthritis.

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

jpscr

Publisher

Subject

Environmental Science Public Health

Description

Journal of Pharmaceutical Science And Clinical Research (e-ISSN 2503-331x) offers a forum for publishing the original research articles, review articles from contributors, and the novel technology news related to pharmaceutical science and clinical research. Scientific articles dealing with natural ...