Mualaf merupakan pelaku konversi agama yang berasal dari agama maupun keyakinan berbeda lalu memilih Islam sebagai agama tujuan. Setelah menjadi mualaf, seseorang mengalami berbagai kondisi dimulai dari minimnya pengetahuan tentang Islam, adaptasi terhadap ibadah baru, serta mengalami sejumlah tekanan psikologis. Para mualaf dituntut mampu menghafal bacaan salat serta surah-surah dalam Al-Qur’an sebagai syarat sah ibadah salat. Meski demikian, menghafal bacaan yang disajikan dalam bahasa yang sama sekali baru bukan persoalan mudah bagi mereka. Belum lagi tentang pelafalan huruf sesuai kaidah tajwid yang tepat seringkali menjadi kendala. Namun, pada dasarnya hal ini dapat diatasi dengan memberikan pendampingan, baik secara kelompok maupun individual, terutama yang berkaitan dengan aqidah, syari’at dan muamalah. Peserta yang mengikuti pelatihan metode kauny serta penguatan psikologis berjumlah 40 peserta yang terdiri atas para mualaf serta pengurus Aisyiyah ranting Danau Pantau. Kegiatan dilakukan dengan tiga tahapan yaitu materi mengenai makharijul huruf serta pelafalan huruf hijaiyah yang tepat, metode kauny, dan penguatan psikologis. 90 persen peserta menunjukkan peningkatan dalam mengikuti pelatihan ini. Metode kauny dapat menjadi pilihan yang baik untuk mualaf dalam memperdalam ilmu agama Islam khususnya dalam belajar Al-Qur’an.
Copyrights © 2023