Studi ini bertujuan untuk dapat menganalisis kelayakan keuangan dengan melihat PaybackPeriod(PP), Net PresentValue(NPV) dan Internal Rate of Return(IRR) terhadap usaha kerupuk kapurung pada industri malindo area di Luwu Utara. Analisis sensitivitas juga digunakan untuk melihat kepekaan atau daya tahan dari bisnis jika terjadi penurunan penjualan kerupuk kapurung sebesar 8% dan 10%. Penelitian dilaksanakan di Luwu Utara pada bulan Mei sampai dengan Juni 2021. Penentuan lokasi dilakukan secara sengaja (Purposive) dengan pertimbangan bahwa industri ini merupakan salah satu pengolahan makanan khas di Luwu Utara dengan memanfaatkan limbah dan pangan yang tersedia. Penentuan responden dilakukan secara sengaja (purposive sampling) dengan pertimbangan bahwa tidak semua anggota dapat dimintai keterangan secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha kerupuk kapurung layak untuk dijalankan dan dikembangkaan di Luwu Utara dengan menggunakan dana investasi sebesar Rp40.886.000,00 dengan umur proyek selama 4 tahun. Nilai PP yaitu 1 tahun 4 bulan, NPV Rp49.795359,30 dan IRR 45%. Berdasarkan analisis sensitivitas dengan asumsi bahwa tingkat permintaan pada konsumen menurun yang mengakibatkan terjadinya penurunan penjualan sebesar 8% dan 11%. Penurunan penjualan 8% dengan nilai PP 1 tahun 7 bulan, NPV Rp10.458.640,80 dan IRR 16% masih dapat dikatakan layak untuk diusahakan dan dikembangkan. Sedangka penurunan penjualan 10% dengan nilai PP 4 tahun 9 hari, NPV Rp(-25.115.965,20), dan IRR sebesar (-44%) menunjukkan usaha sudah tidak layak dilakukan dan dikembangkan.
Copyrights © 2022