Pemanis merupakan salah satu bahan makanan yang dibutuhkan setiap orang. Salah satu pemanis alami yang dapat digunakan adalah daun stevia. Senyawa gula dalam daun stevia tidak memiliki sifat karsinogenik sehingga dapat dikonsumsi dalam waktu lama. Namun, daun stevia mengandung senyawa tanin yang bisa membuat rasanya kelat dan pahit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan tanin pada seduhan daun stevia dan untuk mengetahui pengaruh penggunaan adsorbens karbon aktif batang kelapa sawit dan bambu ori dengan metode Spektrofotometer UV-Vis.Penelitian dilakukan dengan penyeduhan pada sampel daun stevia. Seduhan yang diperoleh dilakukan uji Fitokimia untuk membuktikan adanya senyawa tanin, dan uji kualitatif dengan metode Spektrifotometer UV-Vis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa seduhan daun stevia positif mengandung senyawa tanin . Pengurangan kadar tanin pada seduhan daun stevia di lakukan dengan cara mencampurkan hasil seduhan daun stevia dengan karbon aktif batang kelapa sawit berat 0,1g , 0,2 g , 0,3g dan karbon aktif bambu ori berat 0,1g , 0,2 g , 0,3g. Hasil Uji kuantitatif menggunakan spektrofotometer UV-Vis didapat stevia murni dengan kadar Tanin 0,155 ?g/mL, hasil pengurangan kadar tanin dengan penyerapan tanin terbanyak di peroleh dari percampuran antara seduhan daun stevia dan karbon aktif batang kelapa sawit dengan konsentrasi 0,3g yaitu sebesar -0,117 ?g/mL atau dapat di katakan kandungan tanin berkurang seluruhnya.Kata Kunci : Karbon Aktif,Pengurangan kadar tanin,Seduhan daun stevia,Spektrofotometer UV-Vis.
Copyrights © 2023