Jaringan Software-Defined Networking (SDN) telah menjadi solusi penting dalam mengelola dan mengoptimalkan kinerja jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja jaringan SDN berbasis Open Network Operating System (ONOS) dengan menggunakan protokol OpenFlow 1.5. Studi kasus dilakukan pada dua algoritma Flow Scheduling yang berbeda, yaitu Shortest Path First (SPF) dan Weighted Round Robin (WRR), untuk menilai dampak mereka terhadap kinerja jaringan. Dalam penelitian ini, sebuah jaringan SDN telah dikembangkan menggunakan ONOS sebagai kontroler dan protokol OpenFlow 1.5 sebagai antarmuka antara kontroler dan perangkat jaringan. Dua algoritma flow scheduling, SPF dan WRR, diimplementasikan pada jaringan tersebut untuk mengendalikan distribusi lalu lintas data dan mengoptimalkan kinerja jaringan. Kinerja jaringan dievaluasi menggunakan metrik seperti throughput, latency, dan packet loss rate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma SPF dan WRR menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam kinerja jaringan. Algoritma SPF menghasilkan throughput yang lebih tinggi dan latency yang lebih rendah dibandingkan dengan algoritma WRR. Namun, WRR menunjukkan distribusi lalu lintas yang lebih merata dan packet loss rate yang lebih rendah dibandingkan dengan SPF. Hal ini menunjukkan bahwa algoritma SPF lebih cocok untuk aplikasi yang memerlukan latensi rendah dan throughput tinggi, sedangkan WRR lebih sesuai untuk aplikasi yang membutuhkan distribusi lalu lintas yang adil dan keberlanjutan dengan unjuk kerja jaringan yang lebih baik. Kesimpulannya, penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan ONOS dengan protokol OpenFlow 1.5 dan algoritma Flow Scheduling yang sesuai dapat mengoptimalkan kinerja jaringan SDN. Pemilihan algoritma Flow Scheduling yang tepat bergantung pada kebutuhan aplikasi dan karakteristik jaringan yang spesifik.
Copyrights © 2023