Penyakit tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan di dunia termasuk di Indonesia. Pemerintah merencanakan eliminasi TB paru pada tahun 2030 sehingga dibutuhkan peran dokter keluarga yang melakukan pendekatan patient centered, family approach, dan community oriented agar pengendalian kasus TB tercapai. Dispepsia adalah kumpulan gejala yang mengarah pada gangguan saluran pencernaan, meliputi rasa nyeri atau tidak nyaman di ulu hati, rasa terbakar, penuh, mual atau muntah. Menerapkan pelayanan dokter keluarga secara komprehensif dan holistik dengan mengidentifikasi faktor risiko, gejala klinis, dan penatalaksanaan berbasis evidence based medicine. Analisis studi ini adalah laporan kasus. Data primer diperoleh melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan kunjungan rumah. Penilaian berdasarkan diagnosis holistik secara kuantitatif dan kualitatif. Pasien Tn. M, 47 tahun, datang dengan keluhan demam, batuk berdahak, sesak napas, penurunan berat badan, dan keringat saat malam hari sejak 2 minggu lalu. Pasien juga merasakan nyeri pada ulu hati dan mual. Pasien didiagnosis dengan TB paru dan dispepsia. Penatalaksanaan TB paru kategori 1 dan dispepsia yang diberikan sesuai dengan evidence based medicine. Penegakkan diagnosis dan penatalaksanaan TB paru dan dispepsia pada pasien sudah sesuai dengan pedoman nasional.
Copyrights © 2022