Pandemi Covid-19 ditetapkan sebagai kondisi darurat kesehatan. Penularan Covid-19 yang semakin masif salah satunya disebabkan sikap negatif masyarakat terutama remaja terhadap protokol kesehatan. Pendidikan kesehatan merupakan faktor penting bagi setiap manusia. Pendidikan kesehatan merupakan proses belajar yang harus dilalui oleh individu, keluarga, dan masyarakat untuk meningkatkan kemampuan pada ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Terutama ranah afektif dapat menentukan sikap. Sikap remaja terhadap protokol pencegahan Covid-19 di Jawa Timur sebagian besar mempunyai sikap negatif 54,8%. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap remaja dalam penerapan protokol pencegahan Covid-19. Penelitian ini merupakan pre eksperimental design one group pre test post test. Sampel 30 remaja mengunakan teknik quota sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Hasil pre test sebanyak 15 responden bersikap negatif (50%), dan 15 responden bersikap positif (50%). Hasil post test 29 responden (66.0%) bersikap positif, 1 responden (34.0%) bersikap negatif. Uji analisis Wilcoxon Signed Ranks Test dengan nilai Asym.Sig (nilai p value < 0.05) sebesar 0.000. Hasil menunjukkan ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap remaja dalam penerapan protokol pencegahan Covid-19 di SMK Muhammadiyah 1 Genteng.
Copyrights © 2022