This study examines school dropouts from fishing families based on anthropological perspective in Bangka Jaya Village, Dewantara District, North Aceh. The purpose of this study is to describe the children of fishermen who drop out of school and explain the factors that influence the occurrence of school dropouts among fishermen's children in Bangka Jaya, Dewantara District. The research method used in this study is a qualitative research method with three data collection techniques, namely participatory observation, in-depth interviews and document study. The data analysis used is on-going analysis by means of data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of this study describe the phenomenon of school dropouts that occur in Bangka Jaya that in this village there are many children who drop out of school, especially fishermen's children in hamlets 3, 4 and 5. Daily activities of children who drop out of school apart from helping their parents, the boys themselves work as boat cleaners or commonly called “Aneuk Itiek”. Meanwhile, for those women who have dropped out of school, they help their parents or work in a brick factory. The cause of the many fishermen's children dropping out of school is influenced by several factors including: Environmental influences, the family economy is weak, children are good at making money, and parents' perspective on education is low.Abstrak: Penelitian ini mengkaji anak putus sekolah dari keluarga nelayan yang dilihat dari perspektif antropologi pendidikan di Gampong Bangka Jaya Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara. Tujuan kajian ini adalah untuk mendeskripsikan Anak nelayan yang putus sekolah serta menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya anak putus sekolah pada anak nelayan di Gampong Bangka Jaya Kecamatan Dewantara. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan tiga teknik pengumpulan data yaitu observasi partisipasi, wawancara mendalam dan studi dokumen. Analisis data yang digunakan adalah on-going analysis dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menggambarkan fenomena anak putus sekolah yang terjadi di Gampong Bangka Jaya bahwa di gampong ini banyak dijumpai anak yang mengalami putus sekolah terutama pada anak nelayan di dusun 3, 4, dan 5. Kegiatan sehari-hari anak yang putus sekolah di Gampong Bangka Jaya selain dari pada membantu orang tua, anak laki-laki sendiri bekerja sebagai pembersih perahu bot atau yang biasa disebut Aneuk Itiek. Sedangkan, untuk mereka perempuan yang mengalami putus sekolah ikut membantu orang tua atau bekerja di pabrik batu bata. Adapun penyebab banyaknya anak nelayan mengalami putus sekolah adalah dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya: Pengaruh lingkungan, ekonomi keluarga lemah, anak sudah pandai mencari uang, dan perspektif orang tua terhadap pendidikan rendah.
Copyrights © 2023