Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan komunikasi interpesonal guru dalam upaya meningkatkan interaksi sosial anak berkebutuhan khusus meggunakan pendekatan teori interaksi simbolik. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Subyek dalam penelitian ini adalah guru yang mendampingi dan mengajar anak berkebutuhan khusus yang bersekolah di sekolah inklusif, tapatnya di SDN 2 Sendangadi Mlati, Sleman. Tekhnik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi sebagai sumber data primier. Observasi dan wawancara mendalam dilakukan di SDN 2 Sendangadi, terdapat tiga guru yang menjadi sumber utama dalam wawancara, yaitu guru kelas tiga dengan anak Retadasi Mental, guru kelas empat dengan anak Tuna Daksa dan guru kelas enam dengan anak Low Vision. Selain guru yang mengajar, peneliti juga mewawancarai guru Tata Usaha yang mengurus assesment anak berkebutuh khusus, serta mewawancarai kepala sekolah. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa guru memiliki peran penting terhadap upaya peningkatan interaksi sosial anak berkebutuhan khusus lewat komunikasi interpersonal yang di kemas dalam strategi dan metode pembelajaranya. Dengan menggunakan komunikasi verbal dan non verbal yang sederhana dan baik, memahami karakteristik setiap anak berkebutuhan khusus, serta membantu proses sosial anak lewat contoh interaksi yang dikemas dalam metode dan startegi pembelajaran. Dengan keterbatasanya dalam segi fisik maupun intelektual anak berkebutuhan khusus dapat memiliki interaksi sosial yang baik lewat peran guru dalam mendidik dan memberikan pelajaran, dengan strategi yang secara tidak langsung dapat memudahkan anak berkebutuhan khusus ini berinteraksi secara sosial yang baik di luar sekolah nantinya.
Copyrights © 2023