Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui pemberitaan media massa barat yang mendiskreditkan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotik sosial oleh M.A.K Halliday. Media massa online barat yang diteliti adalah Independent.com, Nbcnews.com, dan Ibtimes.com. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media massa online mengkonstruksi pemberitaan yang mendiskreditkan pemerintah Qatar sebagai penyelenggara Piala Dunia 2022. Ketiga media online yang menjadi objek penelitian ini menampilkan artikel yang disertai dengan gambar atau ilustrasi yang tidak sesuai dengan fakta yang diberitakan. Ketiga media tersebut telah dikonstruksi secara subyektif, tidak profesional dan provokatif. Independent.com membuat narasi konstruktif yang memojokkan Qatar. Ilustrasi atau gambar penonton dan tempat duduk yang kosong pada artikel tersebut mengarah pada opini pembaca bahwa penyelenggaraan Piala Dunia 2022 di Qatar memalukan karena hanya sedikit orang yang menontonnya. Nbcnews.com menggiring opini publik terkait pelarangan minuman beralkohol dan hubungan sesama jenis (LGBTQ). Larangan minuman beralkohol dan LGBTQ dihembuskan sebagai tindakan yang bertentangan dengan hak asasi manusia. Ibtimes.com membangun opini publik dengan fokus pada pemberitaan kursi kosong dan larangan minuman beralkohol selama Piala Dunia. Pemberitaan ketiga media tersebut dibuat untuk memberikan opini kepada publik bahwa Piala Dunia 2022 tidak memberikan kesan yang baik kepada penonton alias gagal. Kemudian, kegagalan Qatar sebagai tuan rumah cenderung dikaitkan dengan ketegasan Qatar dalam menerapkan syariat dan nilai-nilai Islam selama Piala Dunia 2022.
Copyrights © 2023