Dzikir merupakan inti dan ruh dari segala amal ibadah yang dilakukan umat Islam. Namun dewasa ini dzikir dan wirid yang merupakan bentuk istikamah dari dzikir seakan kurang diperhatikan dan cenderung diabaikan. Banyak umat Islam zaman ini yang tidak memperhatikan dzikir dan wirid lagi, dan mereka cenderung mengabaikan. Sehingga seluruh ibadah mereka hanya bernilai formalitas dan tidak bernilai spiritual. Karena itu, umat Islam zaman ini banyak yang mengalami kekosongan spiritual, akibatnya mereka tidak merasakan bahagia walaupun bergelimang harta dan serba mudah. Lebih parahnya, agama Islam tidak lagi menjadi suatu pegangan yang dapat mengatur dan mengendalikan perilaku mereka. Sehingga perilaku mereka sering kali melanggar syariat Islam. Meskipun mereka tetap melakukan sholat dan ibadah ritual mereka. Dengan realita itu, maka penulis tertarik untuk meneliti Ponok Pesantren Darur Rahman Kiemas yang banyak dari santrinya adalah orang-orang nakal. Namun dengan metode pendidikan yang ada menjadikan mereka sadar, kemudian mereka berubah menjadi lebih baik perilakunya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan dengan mewawancarai beberapa orang yang terkait. Setelah penelitian diketahui dzikir dan wirid apa saja yang diamalkan para santri pesantren Darur Rahman Kiemas, yang dengan wirid dan dzikir yang dilakukan dapat menerapi perilaku para santri.
Copyrights © 2023