Tidak dipungkiri, agama di Indonesia berkembang melalui proses akulturasi dengan budaya lokal, seperti agama Islam yang berakulturasi dengan budaya Jawa dan dikenal sebagai Islam Jawa. Secara empiris, fenomena dialektika tersebut tampak dalam tradisi keberagamaan yang dilaksanakan oleh masyarakat muslim lokal seperti tradisi kenduri, nyadran, rebo kasan atau ekspresi religius yang lainnya. Lahirnya ekspresi religius yang sangat variatif tersebut merupakan indikasi adanya fenomena dialektika agama dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola dialektika dalam tradisi kenduri di Desa Kedungcino, Jepara sebagai ekspresi religius. Studi ini menggunakan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data penelitian ini melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua pola dialektika dalam tradisi kenduri, yaitu teologis-kompromistis dan teologis-humanistis.
Copyrights © 2022