Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari aplikasi gula merah dan terasi yang diberikan pada hasil tanaman stawberry. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mendirat Kecamatan Kranggan Kabupaten Temanggung, sejak bulan Maret sampai dengan Oktober 2020.Dua faktor perlakuan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan ulangan pohon. Faktor pertama adalah takaran gula merah sebanyak empat taraf yaitu 0,25, 0,50, 0,75, 1,00 kg. Kedua faktor tersebut adalah dosis terasi dari tiga takaran yaitu 0,10, 0,20, 0,30 kg. Dosis gula merah yang diberikan memberikan hasil yang sama pada tanggal berbunga, jumlah tandan bunga, jumlah bunga, jumlah buah per tanaman, bobot per buah, bobot buah per tanaman, kadar gula, keasaman dan kandungan vitamin C. Dosis terasi yang diberikan memberikan hasil yang sama pada semua parameter. Perbedaan takaran gula merah dan terasi 0,10 kg memberikan rendemen tinggi pada jumlah tandan bunga, jumlah bunga, jumlah buah per tanaman, bobot per buah, bobot buah per tanaman dan inisiasi bunga paling awal. Dosis gula merah dan terasi yang berbeda mengingat kandungan gula yang tinggi, kandungan keasaman dan vitamin C yang paling rendah.
Copyrights © 2023