Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko terpenting pada stroke iskemik. Terapi antihipertensi bertujuan mencegah kekambuhan stroke. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan tingkat pencapaian tekanan darah antara lisinopril dan valsartan pada pasien stroke iskemik dengan faktor risiko hipertensi di instalasi rawat jalan Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta. Jenis penelitian adalah penelitian observasional analitik kohort retrospektif. Data dianalisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-square atau uji Fisher. Data 108 pasien hipertensi pasca-stroke iskemik terdiri dari kelompok yang diberi valsartan 81 pasien dan lisinopril 27 pasien. Target tekanan darah yang tercapai pada kelompok valsartan adalah 40 orang (49,4%) dan lisinopril 15 orang (50,9%), tidak berbeda bermakna (p value>0,05). Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan dalam mencapai target tekanan darah antara lisinopril dan valsartan pada pasien stroke iskemik dengan faktor risiko hipertensi di instalasi rawat jalan Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta. Hypertension is one of the biggest risk factors for ischemic stroke. The goal of therapy with antihypertensive treatment is to avoid recurrence of stroke. This research compares the rate of blood pressure target achievement between lisinopril and valsartan in ischemic stroke parients with risk factor hypertension at Outpatient Clinic Bethesda Hospital in Yogyakarta. The research is observational retrospective cohort analysis. Data analysis were univariate and bivariate with Chi-square test or Fisher’s exact test. Among 108 post ischemic stroke patients with hypertension, 81 patients received valsartan and 27 patients lisinopril. The target blood pressure was achieved in 40 people (49.4%) in valsartan group and in 15 people (50.9%) in lisinopril group (p value>0.05). No difference in reached target blood pressure between lisinopril and valsartan group in ischemic stroke patients with hypertension at outpatient clinic Bethesda Hospital in Yogyakarta.
Copyrights © 2018