Latar Belakang: Kabupaten Kolaka pada tahun 2020 seluruh penduduknya sudah memiliki akses terhadap air minum berkualitas (layak) yang berkelanjutan. Ada sekitar 36% penduduk yang menanfaatkan air perpipaan sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan air minum yang layak, dan 64% menggunakan air non perpipaan. Dari segi jumlah sarana di Kabupaten Kolaka telah memenuhi, namun dari segi risiko pencemaran terhadap sumber air, perlu diteliti lebih lanjut. Tujuan: untuk mengetahui tingkat risiko sumber air tercemar setiap kecamatan, berdasarkan tiga variabel yaitu sumber air tidak terlindung, penggunaan sumber air tidak aman, dan kelangkaan air. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitaif dengan pendekatan sistem informasi geografi. Hasil: Sumber air tidak terlindung di Kabupaten Kolaka dengan risiko rendah sebanyak 2 kecamatan, risiko sedang 3 kecamatan, risiko tinggi 4 kecamatan dan risiko sangat tinggi sebanyak 3 kecamatan. Penggunaan sumber air tidak aman risiko rendah sebanyak 4 kecamatan, risiko sedang 2 kecamatan, risiko tinggi 5 kecamatan dan risiko sangat tinggi 1 kecamatan. Kelangkaan air risiko rendah sebanyak 6 kecamatan, risiko sedang 3 kecamatan, risiko tinggi 2 kecamatan dan risiko sangat tinggi sebanyak 1 kecamatan. Kesimpulan: Masih ada beberapa kecamatan di Kabupaten Kolaka masuk dalam kategori risiko tinggi dan sangat tinggi terkait air bersih.
Copyrights © 2022