Perubahan fisiologis muskuloskeletal pada lansia adalah penurunan massa dan kekuatan otot yang menyebabkan lansia berisiko jatuh. Salah satu terapi yang dapat diberikan adalah TERNAK (Terapi Senam Otak). Tujuam ini untuk engetahui efektifitas pemberian TERNAK terhadap resiko jatuh lansia. Metode menggunakan teknik purposive sampling dan metode penelitian pre-experimental design dengan Uji Wilcoxon sedangkan jumlah responden lansia sebanyak 24 orang. Alat yang digunakan untuk mengukur risiko jatuh adalah Morse Fall Scale (MFS). Hasil pre test diperoleh rata-rata skor risiko jatuh = 38,12 (15-70), hasil post test diperoleh rata-rata skor risiko jatuh = 36,38 (13-68), dan hasil analisis diperoleh pvalue = 0,000 yang berarti pemberian TERNAK (Terapi Senam Otak) berpengaruh terhadap penurunan lansia. Pemberian TERNAK (Terapi Senam Otak) efektif digunakan sebagai terapi lansia dengan resiko jatuh.
Copyrights © 2023